Kekhawatiran mengenai konsumsi listrik lift masih sering menjadi pertimbangan utama bagi pemilik gedung, ruko, maupun properti bertingkat. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa penggunaan lift akan membuat tagihan listrik meningkat drastis setiap bulan.
Padahal, seiring perkembangan teknologi, lift modern saat ini telah dirancang jauh lebih hemat energi dibandingkan generasi sebelumnya. Bahkan, dalam kondisi operasional tertentu, konsumsi listriknya dapat setara dengan penggunaan AC 1–1,5 PK.
Lalu, apa yang membuat lift sekarang jauh lebih efisien? Berikut penjelasannya.
Perkembangan Teknologi Lift yang Lebih Hemat Energi
Lift generasi lama umumnya masih menggunakan sistem motor konvensional dengan kontrol listrik yang belum efisien. Sistem tersebut membuat penggunaan daya lebih besar, terutama saat proses mulai bergerak (start) dan berhenti (stop).
Lift modern kini sudah dilengkapi berbagai teknologi canggih yang dirancang untuk menekan konsumsi listrik tanpa mengurangi performa maupun kenyamanan.
VVVF Drive (Variable Voltage Variable Frequency)
Teknologi VVVF memungkinkan pengaturan tegangan dan frekuensi listrik ke motor lift secara presisi dan bertahap.
Dengan sistem ini, tarikan awal lift menjadi lebih halus dan tidak menimbulkan lonjakan daya besar seperti pada sistem lama. Selain membuat konsumsi listrik lebih stabil, teknologi ini juga meningkatkan kenyamanan penumpang karena pergerakan lift terasa lebih smooth.
Gearless Traction Machine
Sistem gearless menggunakan mesin tanpa gearbox, sehingga gesekan mekanis yang terjadi jauh lebih kecil dibandingkan mesin konvensional.
Dampaknya sangat signifikan, yaitu efisiensi energi meningkat, suara mesin lebih senyap, serta kebutuhan perawatan menjadi lebih rendah. Teknologi gearless ini kini banyak digunakan pada lift gedung modern karena performanya optimal sekaligus hemat daya.
Regenerative Drive System
Salah satu inovasi terbesar dalam efisiensi listrik lift adalah teknologi regenerative drive.
Sistem ini memungkinkan lift menghasilkan energi listrik saat beroperasi dalam kondisi tertentu, misalnya ketika lift bergerak turun dengan beban berat atau naik dengan beban ringan. Energi yang dihasilkan tidak terbuang, melainkan dikembalikan ke sistem kelistrikan gedung.
Hasilnya, konsumsi listrik total dapat berkurang dan penggunaan energi menjadi lebih ramah lingkungan.
LED Lighting dan Auto Sleep Mode
Selain pada sistem penggerak, efisiensi juga didukung fitur pendukung seperti penggunaan lampu kabin LED hemat energi, kipas ventilasi berdaya rendah, serta fitur auto sleep mode.
Saat lift tidak digunakan dalam periode tertentu, sistem otomatis menurunkan konsumsi daya ke level minimum. Hal ini membantu menekan penggunaan listrik harian secara keseluruhan.
Estimasi Konsumsi Listrik Lift Modern
Besaran konsumsi listrik lift dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kapasitas angkut, jumlah lantai, intensitas pemakaian, serta jenis teknologi mesin yang digunakan.
Namun secara umum, untuk lift penumpang kapasitas standar pada gedung rendah hingga menengah, konsumsi listrik operasionalnya dapat setara dengan penggunaan sekitar AC 1 sampai 1,5 PK.
Artinya, penggunaan lift tidak serta-merta membuat tagihan listrik melonjak drastis seperti yang sering dikhawatirkan.
Lift Lama vs Lift Modern
Jika dibandingkan, lift lama cenderung menggunakan sistem kontrol konvensional dengan efisiensi energi yang lebih rendah. Mesin yang digunakan masih berbasis geared system dengan gesekan tinggi dan konsumsi daya lebih besar.
Sebaliknya, lift modern telah mengadopsi teknologi VVVF, mesin gearless, regenerative system, serta fitur hemat energi lainnya. Selain lebih irit listrik, lift modern juga menawarkan kenyamanan perjalanan yang lebih halus dan tingkat kebisingan yang lebih rendah.
Kesimpulan
Persepsi bahwa lift selalu boros listrik sudah tidak lagi relevan di era teknologi modern.
Dengan dukungan teknologi seperti VVVF drive, gearless traction machine, regenerative drive system, serta berbagai fitur hemat energi lainnya, konsumsi listrik lift kini jauh lebih efisien. Bahkan dalam kondisi tertentu dapat setara dengan penggunaan AC 1–1,5 PK.
Hal ini menjadikan lift bukan hanya solusi mobilitas vertikal, tetapi juga investasi efisiensi energi bagi gedung modern.